Cerita Dewasa – Bersama Inge Staff yang Binal

0
236

Saat itu terasa lendirnya nyemprot dan mengenai hidungku, segera kucucup lagi lubang vaginanya utk kusedot semua lendirnya yg sudah keluar dilubang vaginanya. Aku merasakan kenikmatan juga dari semprotan lendirnya itu dan vaginanya jadi basah semua. Aku sekarang membelai rambutnya dan mengusap keringat yg banyak dikeningnya serta bertanya:”Inge sayang, apakah Inge sdh capai?”. “Belum pak, Inge cuma lemas saja karena tak kuat menahan kenikmatan yg luar biasa dari permainan lidah bapak tadi, rasanya sampai ujung rambut dan ujung kaki pak” sahutnya. “Kalau begitu kita main lagi ya?” kataku.

Inge mengganggukan kepala. Lalu aku naik lagi ketubuhnya dan kumasukkan kontolku pelan2 kelubang vaginanya, kemudian kutarik keluar lagi pelan2 setelah masuk keluar ini lancar ber-ulang2 lalu kontolku langsungkubenamkan seluruhnya kedlm vaginanya, sampai Inge menghela napas panjang menahan sakit dan nikmatnya karena katanya masunya terlalu dalam. Setelah itu kugerakan pantatku memutar searah jarum jam sehingga Inge menjerit kenikmatan terus karena itilnya tergesek oleh jembutku dan dindidng dlm vaginya tergesek oleh batang kontolku yang mengeras sehingga ia berbisik:”Aduuuh pak, nikmat rasanya luar biasa.

Aku mau orgasme pak”. Mendengar itu aku langsung menciumi payu daranya yg sebelah kiri, karena Inge bilang lebih sensitive dr pd yg kanan dan puting nya langsung kugetarkan lagi dgn ujung lidahku. Tanpa basa basi lagi hanya beberapa detik terasa vaginanya mencengkeram kontolku dan ber-denyut2 serta ada lendir hangat yg menyiram kontolku. Inge sudah klimaks, ia tampak terkulai lemas. “Capai Inge, sayang?” tanyaku. “Iya…pak” sahutnya lirih manja. “Tolong Inge diberi air maninya pak” pintanya. “Sekarang ?”tanyaku. “Iya pak” . “Tahan sebentar lagi iya, nanti aku semprotkan”. Lalu aku mengkonsentrasikan segenap pikiranku pada segala keindahan tubuh Inge yg sedang kunaiki ini dan tingkah polahnya yg merangsang sambil memandang bibirnya yg erah basah merangsang kugenjot terus gerakan kontolku naik turun dan makin lama makin cepat sampai Inge menggeliat, menggelinjang tak keruan sambil menarik lepas sprei dan meremas-remasnya dan akhirnya…crruuuutttt…cruuuuuttttt…..crrruuuutt, maniku nyemprot kedlam vaginanya sambil kutakan terus kontolku dalam2 kevaginanya. “””Sssseeetttt….aaaaacccchhhh, Inge merasakan kehangatan yg luar biasa dari air maninya bapak” Dan Inge pun orgasme lagi karena kontolku merasakan vaginanya ber-denyut2 lagi. Setelah beberapa menit kita istirahat dgn tidur bertindihan sambil berpelukan, kita bangun tidak terasa jam telah menunjukkan pk 9.30. Karena sdh agak malam Inge cepat2 bangun dan mengambil handuk yg dibasahi lalu memebrsihkan kontolku dan kemudian vaginanya.Kita tak cuci karena makan waktu lama. Segera Inge memakai ronya lagi demikian aku juga. Sedang CD nya dilipat dan dimasukkan do,pet karena masih basah kena lendir saat kugosok itilnya dirumah makan tadi.Dalam perjalanan pulang Inge sempat tanya:”Bapak jadi kawin kapan?” “Iya masih 2-3 th lagi tunggu pacarku selesai kuliah”sahutku. “Kenapa?” tanyaku.

Inge merebahkan kepalanya kebahuku sambil berkata:”Inge tak akan kawin dulu kok tunggu kalau mungkin ada mujijat”. “Maksud Inge ?” tanyaku. “Siapa tahu suatu saat Inge dpt kabar gembira dari bapak. Sebab Inge malam ini benar2 meraskan kenikmatan yg hebat dari bapak dan lebih dari itu Inge merasakan bapak meniduri Inge dengan penuh kasih dan kemesraan yg layaknya suami istri yg dipenuhi rasa cinta. Kapan2 Inge boleh merasakan lagi ya pak?” “Kapan saja Inge kangen saya bersedia, tapi Inge harus benar2 atur waktunya jangan sampai Inge hamil yaa!”pesanku. Saat mobil sampai dirumah kost, Inge tak segera turun ia malah merangkul leherku dan ditariknya aku lalu diciuminya seleuruh wajahku dgn penuh perasaan hatinya dan terlihat matanya memerah dan ber-kaca2. Aku jadi trenyuh dibuatnya, kubelai rambutnya dan kuusap matanya yg berair lalu kubisiki:”Inge jangan sedih kan tiap hari kita masih bertemu.