Cerita Dewasa – Bersama Inge Staff yang Binal

0
162

Kita langsung check in, Inge tetap manjanya jalan merangkul pinggangku dgn badannya disandarkan ketubuhku. Pintu kamar segera kukunci setelah pelayan menyiapkan air minum, sabun dan handuk. Inge ganti kupeluk dan iapun merangkul leherku erat2 hingga permainan ciuman mulu, bibir dan lidah berlangsung dgn hangatnya dan penuh kemesraan, Karena saat aku menciumnya, kukecup dalam2 bibirnya dgn penuh perasaan hingga Inge bukan merasakan kenikmatan saja tetapi juga merasakan kasih sayangku. Setelah berciuman dgn mesranya untuk beberapa saat, maka tanganku kupakai utk meraba punggungnya yg terbuka, kurasakan tubuhnya Inge cukup hangat lalu kupegang rok bagian kedua pundaknya dan kutarik kedepan, Inge pun membantu dgn meluruskan tangannya kedepan sehingga roknya bagian atas langsung lepas dan payu daranya yg masih kenyal dan hangat kalau diraba itu terlihat dgn jelas didepan mataku ditambah putingnya yg kelihatan mulai membesar dan tegang dgn warna merah padma membuat aku terpesona.

Walaupun aku sudah sering menelanjangi dan meniduri pacarku dihotel, tetapi bentuk tubuhnya yg berbeda itu mempunyai daya rangsang yg tersendiri. Hanya karena kebiasaan yg sudah sering lihat pacarku dlm keadaan bugil bulat itu yang bisa membuat aku mengendalikan emosi dan gelora nafsu mudaku. Roknya terus kutarik kebawah hingga terlepas semua kemudian kuambil dan kutaruh diatas meja dan Inge kuangkat utk kutidurkan diranjang dgn masih memakai CD saja. Tapi CD nya pun kulorot utk dilepas dan vaginanya yg spt bukit kecil itu tertutup oleh rambut yg cukup lebat.

Aku kemudian melepas T shirtku dan celana panjang serta CD ku sambil memandangi tubuhnya Inge yg telentang diranjang dgn pose yg menggiurkan ditambah lidahnya yg sering membasahi bibirnya itu. Aku dekati Inge kemudian kuciumi seluruh wajahnya dgn tangan menjelajahi seluruh daerah dadanya termasuk lembah dan bukit maupun puncak payu daranya sampai kepusarnya dan perut bagian bawah. Setelah ciumanku berpindah kebagian dadanya terutama bukit2 payu daranya tanganku mulai beraksi disekitar vaginanya serta pahanya serta sekali2 rambut bawahnya ku-tarik2 pelan2 sambil jari tengahku menggelitik itilnya yg mulai nongol.

Lalu kuciumi terus perutnya bawah sampai jembut dan daerah sekitar vaginanya dan paha2 nya serta tanganku terus mengusap dan memijit betis serta telapak kakinya. Ciumanku terus kelututnya , kemudian kebetis, tumit kaki lalu telapak kakinya sampai jari2 kakinyapun ku-hisap satu persatu semua baru aku balik naik mengisap dareha selakangnya Inge dgn membuka lebar2 pahanya lalu daerah antara anus dan vagina itu kucium dan kukecup serta kujilati sehingga Inge mendesah kenikmatan dan terasa ada cairan lendir yg nyemprot keluar dr lubang vaginanya. Setelah kulihat benar terlihat dr lubangnya vagina mengalir keluar cairan lendir dgn bau khusus. Langsung kucucup lubangnya dan kusedot kuat2 hingga sruuuuttt… lendirnya masuk kedalam mulutku dan kugelitik terus selangkangannya spy cairan nya keluar lagi lebih banyak dan kusedot terus dan ternyata benar Inge masih mengeluarkan lendirnya yg masuk kemulutku. Rasanya asin2, asem dgn bau khas seperti juga milik pacarku, aku memang jadi semangat dgn minum lendirnya. Langsung saja Inge kuajak main dgn pose 69, aku segera naik keatas tubuhnya dan kontolku kupaskan dihadapan mulut Inge spy mudah ia utk mempermainkan kontolku dgn lidah dan mulutnya sedang aku sendiri segera menyingkap jembutnya yg rimbun itu utk menjilati itilnya lalu ku-gigit2 dan ku-tarik2 juga itilnya dgn bibirku. Inge tampak terangsang sekali dgn permainan mulutku di darah vaginanya, apalagi pahanya sekarang kubuka lebar2 dan selangkangannya antara anus dan vaginanya kugosok terus dgn jari2-ku dan kadang2 kujilati. Begitu itilnya kugetarkan dgn ujung lidahku yg bergerak begitu cepat (spt lidah cecak katanya pacarku) hanya semenit saja Inge sudah berontak dgn kakinya dan pantatnya digerakan kesana kemari kemudian mengaduh:”Aduuuu…pak, Inge nggak tahan….sudah keluar dan lemas pak”.